TAHUN 2021: MAHASISWA HARUS CERDAS DALAM MERENCANAKAN KEUANGAN PRIBADI

 

Kecerdasan finansial merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat khususnya Mahasiswa. 

"Kecerdasan finansial adalah kemampuan dalam mengelola aset keuangan pribadi"

Di era modern saat ini, Mahasiswa dihadapkan pada permasalahan apakah mereka secara finansial sudah siap untuk hidup mandiri, dan memulai sebuah keluarga. Widayati dalam “Jurnal Akuntansi dan Pendidikan (2012), menemukan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat literasi finansial rendah cenderung berpendapat negatif tentang keuangan dan membuat keputusan yang salah.

Dalam rangka mencapai kesejahteraan keuangan, Mahasiswa perlu memiliki pengetahuan, sikap, dan implementasi keuangan pribadi yang sehat.  Ada kalanya kesulitan keuangan bukan hanya disebabkan oleh rendahnya tingkat penghasilan, namun dapat disebabkan oleh kesalahahan dalam manajemen keuangan, untuk itu dibutuhkan personal finansial planning melalui peningkatan literasi finansial (keuangan) yang memadai.

Literasi finansial dalam bentuk semua aspek keuangan pribadi bukan ditujukan untuk mempersulit seseorang dalam menikmati hidup serta keuangan yang dimiliki, namun dengan adanya literasi finansial, seseorang dapat menggunakan sumber daya keuangannya dengan tepat dalam rangka mencapai tujuan keuangan pribadi. Dengan memiliki literasi finansial, maka mahasiswa mampu membuat (personal finansial planning) keputusan untuk kehidupan mereka dan menerima tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri.

Adapun tiga kunci dalam personal finansial planning yang dapat diterpakan oleh Mahasiswa sebagai berikut:

1.      Budgeting

Melakukan pengaturan dan mencatat pengeluaranmu secara berkala baik pengeluaran kecil maupun pengeluaran besar. Tips budgeting yang populer dan banyak digunakan sebagian besar orang adalah dengan prinsip membagi penghasilan mu di awal bulan kedalam empat golongan yaitu 40%, 30%, 20%, dan 10%.

a.       40%: untuk memenuhi segala kebutuhan pokok(basic needs) yang jika tidak terpenuhi akan mengganggu kehidupan seperti, makan, membayar listrik, tempat tinggal, dan lainnya.

b.      30:  untuk investasi, baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Hal akan sangat berguna saat adanya pengeluaran darurat seperti  kecelakaan, berobat, dan lainnya yang tidak terduga.

c.      20%: untuk  pengeluaran diluar kebutuhan pokok.

d.     10% untuk charity atau amal.


2.    Menabung

Menabung merupakan suatu hal penting dalam mengontrol pengeluaran pribadi Mahasiswa. Dengan menabung Mahasiswa dapat menyiapkan kebutuhal finansial baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Menabung dapat dilakukan dengan cara menyisihkan pendapat diawal atau dengan memulai investasi dengan bantuan aplikasi keuangan yang sudah sesuai dengan OJK.

3.    Bebas Hutang

Bebas dari hutang merupakan salah satu faktor untuk mendukung personal finansial, dengan menghindari hutang maka Mahasiswa dapat mengotrol pengeluaran berlebihan.

Kesadaran mahasiswa dalam personal finansial planning harus diperhatikan. Sehingga sudah saatnya pendidikan personal finance masuk ke dalam kurikulum akademik sebagai bagian dari sistem pendidikan di Universitas baik untuk untuk membekali mahasiswa dengan ketrampilan dan pengetahuan yang berguna untuk mendapatkan pekerjaan juga untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadinya sebagai salah satu modal yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dimasa yang akan datang.


Penulis: Uswatun Hasanah Yarfaryh

Daftar Pustaka: Widyawati, I. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi literasi finansial mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Brawijaya. Assets: Jurnal Akuntansi dan Pendidikan1(1), 89-99.

#KelasFinansialku #FinancialLiteracy


Komentar